Pages

Sunday, April 19, 2026

Analisa Kualitas Pengukuran Tahanan Coil Diverter Damper Dengan Metode Gage Repeatability dan Reproducibility di PT. PJB PLTGU Muara Tawar (Tugas Jaman Dulu)

 1. Pendahuluan

Pengendalian kualitas suatu barang merupakan salah satu hal yang harus dijaga terutama untuk menjamin suatu barang dapat memenuhi fungsi sebagaimana mestinya. Penilaian suatu kualitas harus bisa dijabarkan kedalam suatu nilai yang dapat terukur secara kuantitatif, atau dijabarkan kedalam suatu matrik kualitas yang digunakan untuk menerjemahkan keinginan pengguna terhadap produk yang digunakan. Suatu matrik yang efektif harus memiliki dua unsur, yaitu bisa terhitung  dan memiliki suatu system yang mampu mengukur dari kriteria kualitas. Salah satu system yang digunakan untuk mengukur adalah Gage R&R, yaitu sebuah metode untuk menganalisa variasi hasil pengukuran yang bias menunjukkan Repeatability dan Reproducibility. Pengertian lain menyebutkan bahwa Gage R&R adalah salah satu alat Six Sigma yang digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan dan keterandalan dari suatu sistem pengukuran yang akan digunakan (Pyzdek, 2002).

-          Repeatability adalah variasi karena perbedaan produk yang diukur, yaitu adanya perbedaan-perbedaan hasil pengukuran yang dihasilkan dari beberapa produk.

-          Reproducibility adalah variasi hasil pengukuran yang diakibatkan oleh perbedaan orang yang melakukan aktivitas pengukuran produk tersebut, apakah perbedaaan orang juga akan mengakibatkan pengukuran yang berbeda atau tidak.

Sehingga timbulnya varian atau perbedaan pengukuran suatu produk terdiri dari komponen repeatability dan reproducibility yang dapat dirumuskan dengan;

Terdapat dua kategori dalam pengukuran gage R&R study, yaitu;

-          Gage R&R Crossed, yaitu pengukuran masing-masing produk atau material dilakukan beberapa kali oleh penguji. Pengukuran dilakukan terhadap produk atau material yang sifatnya non destruktif, seperti panjang, berat, temperature dan lain sebagainya.

-          Gage R&R Nested, dilakukan apabila masing-masing produk atau material hanya diukur oleh satu orang penguji saja dan biasanya terhadap material dengan pengujian secara merusak (destructive), semisal uji pull test, dan uji shear strength.

Kemudian penilaian dilakukan dengan dua metode statistic yang meliputi X&R dengan menganalisa sebaran data pengukuran apakah masih berada dalam kisaran atau tidak dan metode berikutnya adalah ANOVA (analysis of variance). Metode X&R membagi variasi kedalam 3 kategori yang meliputi; part-to-part, repeatability dan reproducibility sedangkan metode ANOVA ditambah dengan mempertimbangkan nilai hasil pengukuran dari interaksi penguji dengan produk atau material yang diuji (Anonim, 2001). Pendekatan perhitungan secara statistic memanfaatkan software Minitab dan dengan syarat pengukuran dapat diterima apabila memenuhi 3 kriteria yang meliputi;

a.      % study of variance, persentase kontribusi terhadap seluruh variasi yang dibuat oleh setiap komponen variasi.

b.      % tolerance, persentase dari study variation untuk setiap komponen (standard deviasi untuk setiap komponen dibagi dengan total standard deviasi).

c.      Number of distinct categories, jumlah kategori yang berbeda didalam data proses yang dapat dilihat oleh sistem pengukuran.

Berdasar literatur tentang Gage R&R terbagi menjadi 2 pendekatan, yang pertama dengan nilai total %GRR dan pendekatan berikutnya dengan memecah penilaian parameter kedalam 3 perhitungan (dalam Minitab) menjadi % study of variance, % tolerance, dan Number of distinct categories. Penilaian kelayakan sistem pengukuran dengan membandingkan %GRR terhadap ketentuan penerimaan widht error (AIAG Gage R&R Acceptance Criteria) dengan ketentuan sebagai berikut;

a.    %GRR < 10% : secara umum dianggap sebagai sistem pengukuran yang layak dipakai.

b.   10% < %GRR < 30% : sistem pengukuran dapat dipakai dengan dasar kepentingan aplikasi, biaya alat pengukuran, biaya perbaikan dan sebagainya (dipertimbangkan).

c.    %GRR < 30% : sistem pengukuran dianggap tidak layak digunakan, diperlukan usaha-usaha untuk memperbaiki sistem pengukuran.

Sedangkan penilaian kelayakan pengukuran dengan menjabarkan 3 kriteria (Sigit, 2012) seperti dalam tabel 1.

 

Tabel 1. Kualifikasi Sistem Pengukuran

Keterangan

% Tolerance

% Study Variation

Distinct Categories

Diterima

< 20%

< 20%

>4

Dipertimbangkan

20%–29%

20% - 29%

 

Ditolak

> 9%

> 30%

 

(Sumber: Memvalidasi Teknik dan Alat Pengukuran Dengan Menggunakan Gage R&R Anova, Sigit 2012)

2. Pengumpulan Data Pengukuran

Data yang akan diukur adalah nilai tahanan yang dimiliki oleh coil diverter damper di PLTGU Muara Tawar untuk unit di blok 1 yang terdiri dari 3 Gas Turbine, 3 HRSG dan 1 Steam Turbine. Diverter damper merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengarahkan gas buang dari pembakaran yang terjadi di gas turbine untuk kembali dimanfaatkan panasnya untuk membangkitkan energi melalui steam turbine. Diverter damper akan mengatur system operasi secara open cycle atau combined cycle dengan menggunakan actuator berupa solenoid valve untuk mengatur pergerakan piston-piston penggerak flap diverter damper. Pergerakan actuator solenoid valve akan tergantung keandalan coil penggerak solenoid yang menerjemahkan perintah atau system kontrol kedalam gerakan actuator. Coil bisa dinyatakan bagus atau tidak ditentukan oleh nilai tahanan (ohm) yang dimiliki.

Spesifikasi coil yang akan diukur adalah;

Nama            : Coil For Selenoid Valve Diverter Damper

KKS              : MBR

Tipe              : EZ961 HYDAC

Tegangan      : 220 VDC

Daya             : 26 Watt

Keterangan   : FOR SOLENOID VALVE TYPE KWZ70098 P0002

 

Alat ukur yang digunakan adalah;

Nama                   : Avometer

Tipe                     : Fluke 115

Rentang Ohm      : 60,00 kΩ / 0,01 kΩ

                               600,0 kΩ / 0,1 kΩ

Akurasi                : 5% + 2

Berikut merupakan ilustrasi pengukuran nilai tahanan coil diverter damper menggunakan Avometer Fluke 115

 


Hasil gambar untuk fluke 115

Gambar 1. Ilustrasi pengukuran tahanan coil

 

Pengukuran yang akan dilakukan terdiri dari;

a.      Penguji yang melakukan pengukuran tahanan coil sebanyak 3 orang.

b.      Sampel coil yang di gunakan sebanyak 6 ea.

c.      Pengukuran dilakukan masing-masing 2 kali.

d.      Semua sampel coil masing-masing di berikan No 1 sampai 6.

e.      Batas toleransi yang diizinkan adalah 2+/- 0,5 (standar ukuran tahanan Instruksi Kerja Pemeliharaan Diverter Damper Coil PT PJB UP Muara Tawar).

Hasil yang diperoleh dari pengukuran tahanan coil adalah sebagai berikut;

 

Tabel 2. Pengukur Coil Diverter Damper PLTGU Muara Tawar Blok 1 (dalam k ohm)

No Coil

Hisyam

Seto

Rijal

Pertama

Kedua

Pertama

Kedua

Pertama

Kedua

1

1,803

1,807

1,804

1,804

1,804

1,801

2

1,793

1,793

1,795

1,765

1,735

1,734

3

2,530

2,532

2,530

2,430

2,530

2,532

4

1,788

1,788

1,801

1,801

1,821

1,821

5

2,607

2,617

2,602

2,615

2,609

2,609

6

2,524

2,529

2,521

2,521

2,542

2,543

(Sumber: Laporan Bidang Kontrol Instrument PT PJB UP Muara Tawar)

 

 

3. Analisa

Analisa data table 2 menggunakan software Minitab 16 dengan menu Gage study secara crossed pada quality tools dengan batas toleransi 2 +/- 0,5 k ohm dihasilkan data sebagai berikut;

Gage R&R Study - ANOVA Method

 

Gage R&R for ukur

 

Gage name:       Avometer fluke 115

Date of study:   Februari 2020

Reported by:     danan tri yulianto

Tolerance:

Misc:


Two-Way ANOVA Table With Interaction

 

Source           DF       SS       MS        F      P

nomer             5  5.22337  1.04467  1274.96  0.000

penguji           2  0.00067  0.00034     0.41  0.674

nomer * penguji  10  0.00819  0.00082     2.63  0.036

Repeatability    18  0.00561  0.00031

Total            35  5.23785

Alpha to remove interaction term = 0.25

 

Gage R&R

                             %Contribution

Source              VarComp   (of VarComp)

Total Gage R&R     0.000566           0.32

  Repeatability    0.000312           0.18

  Reproducibility  0.000254           0.15

    penguji        0.000000           0.00

    penguji*nomer  0.000254           0.15

Part-To-Part       0.173976          99.68

Total Variation    0.174541         100.00

Process tolerance = 1

 


                                Study Var  %Study Var  %Tolerance


Source             StdDev (SD)   (6 * SD)       (%SV)  (SV/Toler)

Total Gage R&R        0.023783    0.14270        5.69       14.27

  Repeatability       0.017661    0.10597        4.23       10.60

  Reproducibility     0.015929    0.09557        3.81        9.56

    penguji           0.000000    0.00000        0.00        0.00

    penguji*nomer     0.015929    0.09557        3.81        9.56

Part-To-Part          0.417104    2.50262       99.84      250.26


Total Variation       0.417782    2.50669      100.00      250.67

Number of Distinct Categories = 24

 

Gambar 2. Hasil Perhitungan Gage R&R dengan Minitab

 

Nilai dalam kotak merah merupakan %study variation total pada hasil pengolahan data dan didapat nilai-nilai berikut;

a.      % repeatability (%EV) = 4,23%

b.      %reproducibility (%AV) = 3,81%

c.      %total gage R&R (GRR) = 5,69%

d.      Part to part (%PV) = 99,84%

Terlihat bahwa nilai %GRR sebesar 5,69% berdasarkan kriteria penerimaan width <10% sehingga secara umum system pengukuran layak dipakai. Sedangkan penilaian dalam kotak hijau hasil pengukuran menunjukkan nilai hasil sebagai berikut;

a.       % study of variance = 5,69

b.      % tolerance = 14,27

c.      Number of distinct categories = 24

 

Grafik yang dihasilkan dari pengukuran menghasilkan R Chart dan X Chart ditunjukan gambar 2.

 

Gambar 3. Hasil Perhitungan Gage R&R Study dengan Minitab

 

Dalam grafik X-bar pada gambar 3 dараt dilihat nilai UCL, LCL, dan CL sebagai berikut;

a.      UCL = 2,1896

b.      LCL = 2,1538

c.      CL = 2,1717

Titik-titik pada grafik X-bar menunjukkan hasil pengukuran oleh ketiga penguji terdapat 6 titik berada di luar UCL dan LCL, hal ini menunjukkan ketidak konsistenan membedakan antara material/part satu dengan yang lainnya. Grafik R menunjukkan nilai UCL, LCL, dan CL sebagai berikut;

sebagai berikut:

a.      UCL = 0,0310

b.      LCL = 0

c.      CL = 0,0095

Grafik R memperlihatkan semua titik-titik range hamper semua berada dalam batas UCL dan LCL. Hal ini menunjukkan bahwa penguji 1 dan 3 tidak terdapat nilai yang sangat berbeda antara percobaan pengukuran, sedangkan penguji 2 terdapat nilai yang berada di luar batas artinya kemungkinan ada kesalahan dalam melakukan pengukuran berdasar standar kerja yang ada.

 4. Kesimpulan

Nilai parameter yang telah diukur dan dianalisa dengan Minitab dibandingkan dengan syarat diterimanya suatu pengukuran dapat diamati dari tabel 3.

 

Tabel 3. Perbandingan Hasil R&R Study dan Syarat Pengukuran

Jenis Perhitungan

Hasil Perhitungan

Batas Diterima

Keterangan

% study of variance

5,69

<20%

Diterima

% tolerance

14,27

<20%

Diterima

Number of distinct categories

24

>4

Diterima

%GRR

5,69

<10%

Diterima

 Data dari tabel menunjukkan sistem pengukuran dengan parameter % study of variance, % tolerance, dan Number of distinct categories berada dalam kisaran yang diterima sehingga dapat digunakan pada pengendalian kualitas pengukuran coil pada diverter damper yang digunakan di PLTGU Muara Tawar.

 Tabel 4. Pengukuran nilai Repeatability dan Reproducibility

Parameter

Nilai

% repeatability (%EV)

4,23%

%reproducibility (%AV)

3,81%

%total gage R&R (GRR)

5,69%

Part to part (%PV)

99,84%

 

Berdasar perhitungan (tabel 4) nilai persentase dari repeatability equipment variation (EV) yang merupakan variasi pengukuran yang disebabkan alat ukur sebesar 4,23% nilai persentase reproducibility appraiser variation (AV) yang merupakan variasi yang disebabkan oleh operator sebesar 3,81%, nilai persentase gage repeatability dan reproducibility (GRR) yaitu variasi yang disebabkan oleh alat ukur dan operator sebesar 5,69% nilai persentasi part variation (PV) yaitu variasi antara part sebesar 98,36% dan nilai number of distinct category (NDC) yang merupakan jumlah kategori perbedaan atau variasi dari proses pengukuran sebesar 24, semakin tinggi nilai semakin banyak persamaan dari variasi proses pengukuran. dilihat dari nilai persentase gage repeatability dan dan reproducibility serta number of distinct catagory dinyatakan bahwa sistem pengukuran sudah baik dan dapat diterima untuk digunakan pada pengendalian kualias pengukuran coil diverter damper di PT PJB UP Muara Tawar.

 Sumber;

-          Analisa Sistem Pengukuran Hub Bolt M20x77mm Metode (Gauge R&R) Repeatability dan Reproducibility (Apriyanto, 2017).

-          Memvalidasi Teknik dan Alat Pengukuran Dengan Menggunakan Metode Gage R&R Anova dengan Aplikasi Minitab (Rahmat Taufik Sidiq, 2012).

-          https://sixsigmastudyguide.com/repeatability-and-reproducibility-rr/

No comments:

Post a Comment